Pada akhir tahun 2010, saya mengikuti tes di sebuah perusahaan di Jakarta. Pada saat itu saya sama sekali buta dengan Jakarta, berasa serem aja dengernya. Tapi dengan dorongan dari ibu saya, akhirnya saya berangkat.
Singkat kata, saya berangkat ke Jakarta dengan bus Laju Prima. Pada saat pertama kali datang, tempat yang menjadi tujuan saya adalah kos teman SMA saya di depok.Tepatnya di belakang Pronto Printing Jalan Margonda Raya. Gambar panah tersebut menunjukkan gang masuk ke tempat kos teman saya.
Akhirnya dalam satu bulan mendatang menjadi tempat tinggal saya dalam menunggu pengumuman hasil tes kerja yang sudah saya jalani.
![]() |
| margonda raya |
Selain teman saya tersebut, di Depok juga ada adik sepupu saya. Mereka berdua kuliah di tempat yang sama yaitu salah satu universitas negeri di Depok. Hal itu membuat kami sepakat membuat perkumpulan di kota baru ini. Dengan singkat kami mengumpulkan kawan-kawan lama di sekitar ibukota. Banyak sekali yang akhirnya berkumpul. Teman kami dari Cibitung, Delta Mas, Bintaro, Kalibata, dan saya sendiri dari Sunter jauh-jauh datang ke Depok setiap minggu untuk berkumpul.
Banyak yang kami lakukan, bermain kartu tiap malam, mancing pada pagi harinya, kemudian wisata kuliner, membicarakan bisnis, curhat, dan masih banyak lagi. Selama periode itu saya belum pernah melewatkan weekend di Sunter. Kalau tidak ke Depok, berarti saya pulang kampung.
Tapi hidup tidak selalu keren, ada masa menyebalkan juga, setelah masa-masa indah persahabatan ada juga saat harus berpisah. Si empunya kos tempat berkumpul, akhirnya lulus juga dari kuliah. Setelah sempat bekerja di Jakarta, akhirnya diterima di sebuah BUMN dan ditempatkan di Surabaya. Tanpa markas, kami bubar dengan sendirinya. Begitulah hidup, ada masa dimana kita harus dewasa tanpa sahabat di sebuah kota yang keras bernama JAKARTA.
Sign up here with your email

Conversion Conversion Emoticon Emoticon